NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Video Viral Penganiayaan Sesama Anak Sekolah di Lapangan Bola, Pelaku Diperiksa Polisi


Tangkapan layar dari video viral di media sosial.


NGANJUK, AGCTV - Beredar viral di sosial media sebuah video penganiayaan sesama anak sekolah di salah satu lapangan bola di wilayah kecamatan pace.

Dalam video berdurasi 25 detik tersebut nampak ada tiga anak perempuan berseragam sekolah dan satu anak laki-laki menggunakan jas hujan.

Awalnya dalah satu anak perempuan terlibat adu mulut dengan si anak laki-laki , ketika anak perempuan tersebut membanting sesuatu di tangannya (diduga HP) langsung mendapat tendangan dan pukulan bertubi-tubi hingga keduanya terjatuh.
Korban dan pelaku terlibat perang mulut sebelum ada penganiayaan.


Belakangan diketahui pelaku berinisial F (14) siswa salah satu SMK di Nganjuk sedangkan korban berinisial A (14) siswi salah satu SMA di kecamatan Pace.

Kapolsek Pace , Iptu Reo Anggar Prabowo membenarkan kejadian tersebut dan saat ini  pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Pace untuk selanjutnya dilimpahkan ke Unit Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Nganjuk.

Kapolsek Pace Iptu Reo Anggar Prabowo saat berada di Sosialisasi Administrasi Kependudukan dan Penerapan KTP Digital oleh Dinas Dukcapil Nganjuk di kantor desa Joho, Jumat pagi (18/11/2022).

"Video viral itu memang benar terjadi, pelaku inisial F dan korban inisial A sudah visum di RS Bhayangkara. Pelaku masih kita periksa untuk melengkapi berkas, nanti kita limpahkan ke unit PPA," ujarnya saat ditemui media ini di kegiatan Sosialisasi Administrasi Kependudukan dan Penerapan KTP Digital oleh Dinas Dukcapil Nganjuk di kantor desa Joho, Jumat pagi (18/11/2022).

Sementara itu untuk motif penganiayaan karena pelaku tidak terima saat 'telpon-telponan' dengan seseorang di adukan korban ke pacarnya yang dalam video berada di samping pelaku.

Reporter : John.